Tips Memilih Makanan Untuk Diet Autis dan Hiperaktif

Tips Memilih Makanan Untuk Diet Autis dan Hiperaktif

Para penderitanya memiliki kondisi istimewa. Karena itu, tidak sembarang kita memilih makanan untuk diet autis dan hiperaktif. Apalagi tentu jika mereka masih berusia anak – anak.

Karena itu, mengumpulkan dari berbagai sumber, kali ini Shree menulis tentang makanan untuk diet autis dan hiperaktif. Semoga bermanfaat untuk Anda dan masyarakat lain yang sedang membaca.

Silahkan disimak sampai selesai lalu dibagikan ya.

Pertama, ada makanan yang sebaiknya dihindari sebagai makanan untuk diet Autis atau Hiperaktif.

Makanan yang disarankan untuk dihindari antara lain:

  • Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang dibuat dari terigu, havermuth, dan oat misalnya roti, mie, kue-kue, cake, biscuit, kue kering, pizza, macaroni, spageti, tepung bumbu, dan sebagainya.
  • Produk-produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk, mungkin juga menggunakan tepung terigu sebagai bahan campuran. Jadi, perlu hati-hati pemakaiannya. Cermati/baca label pada kemasannya.
  • Makanan sumber kasein, yaitu susu dan hasil olahanya misalnya, es krim, keju, mentega, yogurt, dan makanan lain yang menggunakan campuran susu.
  • Daging, ikan, atau ayam yang diawetkan dan diolah seperti sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap, dan sebagainya. Tempe juga tidak dianjurkan terutama bagi anak yang alergi terhadap jamur karena pembuatan tempe menggunakan fermentasi ragi.
  • Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.
  • Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti, yang menggunakan gula dan yeast.
  • Macam-macam saus (saus tomat, saus cabai), bumbu/rempah, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar (timun, bawang, zaitun) atau makanan yang menggunakan cuka, mayonnaise, atau salad dressing.
  • Semua jenis jamur segar maupun kering misalnya jamur kuping, jamur merang, dan lain-lain.
  • Fruit juice/sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol, dan semua minuman yang manis.
  • Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan tersebut, kecuali disimpan dalam lemari es.

Oh iya, makanan tersebut dianjurkan untuk dihindari 1-2 minggu. Setelah itu, untuk mencobanya biasanya diberikan satu per satu. Bila tidak menimbulkan gejala, berarti dapat dikonsumsi.

Lalu, apa yang disarankan sebagai makanan untuk diet autis dan hiperaktif ?

Merujuk kepada Dr. Ann Kulze, M. D. (www.dranns10steps.com) makanan – makanan yang disarankan antara lain

  • havermout instan granola bars, air-popped popcorn, telur omega-3 matang, stone ground tortilla chips, smoothies buah dengan gandum, dan dark chocolate.
  • Sayuran segar (wortel, seledri, brocolli, dll)- disajikan dengan “healthy dip” seperti hummus, low fat salad dressing, guacamole atau salsa.
  • Buah segar. Lebih baik lagi, jika Anda menyajikan yogurt dengan potongan buah dan juga granola.
  • Yogurt low fat atau keju cottage low fat – tentu saja tanpa rasa atau dimaniskan dengan campuran buah atau konsentrat jus buah.
  • Kacang atau biji – almond, mede, walnut, kacang, dll. Jangan lupa biji bunga matahari dan biji labu. Ataupun kacang kedelai panggang.
  • Kurangi keju yang mengandung lemak, sekarang Anda dapat menemukan berbagai jenis keju yang telah mengurangi kandungan susu sebesar 2%.
  • Kraker yang terbuat dari gandum
  • Sereal sehat – kering ataupun disajikan dengan low fat milk. Untuk memilih sereal sehat, pastikan setidaknya mengandung fiber sebanyak 3 gram di setiap sajiannya. Atau yang bertuliskan “whole” di dalam daftar komposisi makanannya .( Sumber : Parenting )
  • Beli Chia Seed
    Chia Seed. Super food untuk autis dan hiperaktif
  • Beras hitam juga merupakan salah satu nutrisi yang disarankan sebagai makanan untuk diet autis dan hiperaktif.
  • Selain itu, untuk mendapatkan kandungan omega-3 yang tinggi, amat disarankan mengkonsumsi Chia Seed yang telah dikenal sebagai Super Food.

Demikianlah, informasi makanan pantangan dan anjuran sebagai makanan untuk diet autis dan hiperaktif kami sampaikan. Besar harapan kami agar informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Namun, mungkin Anda punya pengalaman berbeda. Kami amat senang jika Anda bisa berbagi pengalaman di kolom komentar.

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu lagi di postingan lainnya ya. Jangan lupa untuk menyebarkan artikel ini di Facebook dan Twitter 🙂

Suka Artikel Ini ? Langganan Yuk!
Daftarkan diri Anda untuk mendapatkan kupon diskon dan berbagai update informasi lainnya lewat email
Kami tidak spamming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *